Perkembangan dan kemajuan peradaban manusia tidak bisa dilepaskan dari peran ilmu, bahkan perubahan pola hidup manusia dari waktu ke waktu sesungguhnya berjalan seiring dengan sejarah kemajuan dan perkembangan ilmu. Sejarah perkembangan ilmu berkembang sangat pesat, luas dan spasio temporal yang panjang. sejarah adalah gambaran tentang semua peristiwa yang telah terjadi, yang berfungsi sebagai pengungkap segala sesuatu sesuai dengan fakta yang ada tanpa adanya distorsi sedikitpun. sejarah yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah sejarah atau periodisasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh serta tanggung jawab moral dan akademik dalam pemaparan sejarah.
Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidaklah berlangsung secara tiba-tiba, namun melalui proses bertahap dan evolutif. Perkembangan ilmu terus berkembang menjadi beberapa periode, mulai dari zaman zunani terus berkembang hingga sampai zaman post modern yang masing-masing memiliki karakteristik dan para filosof yang berbeda. Perbedaan karakteristik perkembangan ilmu pengetahuan di setiap periode dikarenakan adanya pola pikir manusia yang mengalami perubahan dari mitos-mitos menjadi lebih rasionil. Manusia menjadi lebih proaktif dan kreatif menjadikan alam sebagai objek penelitian dan pengkajian. Oleh Karena itu, dalam makalah ini, penulis akan memaparkan tentang perkembangan ilmu pengetahuan masa modern.
Sejarah perkembangan ilmu pada masa modern
Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 14 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. (Surajiyo:2007:87). Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453. (Tim Dosen Filsafat Ilmu :2001:79)
Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern ini sesungguhnya sudah dirintis sejak zaman Renaissance. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran-ajaran agama.
Jadi, zaman Modern filsafat didahului oleh zaman Renaissance. Sebenarnya secara esensial zaman Renaissance itu, dalam filsafat, tidak berbeda dari zaman modern. Ciri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat modern. Filsafat modern menampakkan karakteristiknya dengan lahirnya aneka aliran-aliran besar filsafat, yang diawali oleh Rasionalisme dan Empirisme dan Kriticisme. Selain ketiga aliran itu, juga akan diketengahkan aliran-aliran besar lainnya yang ikut berperan mengisi lembaran filsafat modern, yaitu idealisme, materialisme, positivisme, fenomenologi, eksistensialisme dan pragmatisme.
Para filsuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama, tidak juga dari para penguasa, tetapi dari diri manusia sendiri. Namun tentang aspek mana yang berperan ada beda pendapat. Aliran rasionalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Aliran empirisme, sebaliknya, meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu, baik yang batin, maupun yang inderawi. Lalu muncul aliran kritisisme, yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu.
Aliran-Aliran Yang Muncul Pada Zaman Modern Beserta Tokoh-Tokohnya Serta Pemikiran filsafatnya:
1) Aliran Rasionalisme beserta tokoh-tokohnya
Kata rasionalisme terdiri dari dua suku kata, yaitu “rasio” yang berarti akal atau pikiran, dan “isme” yang berarti paham atau pendapat. Rasionalisme ialah suatu paham yang berpendapat bahwa “kebenaran yang tertinggi terletak dan bersumber dari akal manusia.” Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut aliran ini, suatu pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir.
Aliran rasionalisme ada dua macam yaitu dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat. Dalam bidang agama aliran rasionalisme adalah lawan dari autoritas dan biasanya digunakan untuk mengkritik ajaran agama. Sedangkan dalam bidang filsafat, rasionalisme adalah lawan dari empirisme dan sering berguna dalam menyusun teori pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan jalan mengetahui obyek empirisme, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir, pengetahuan dari empirisme dianggap sering menyesatkan. Adapun alat berpikir adalah kaidah-kaidah yang logis.
Rene Descartes (1596-1650)
Peletak fondasi aliran ini ialah Rene Descastes (Certasius/1596-1650) yang digelar sebagai “Bapak filsafat modern”. Descartes berasal dari Perancis, lahir tahun 1596 di sebuah kota bernama La Haye, dan wafat tahun 1650 di Stockholm. Karya pentingnya ialah Discours de la Methode (Uraian tentang Metode), terbit tahun 1637; Mediationes de Prima Philosophia (Renungan Tentang filsafat), terbit tahun 1641; dan Principia Philosophic (Prinsip-prinsip Filsafat), terbit tahun 1644. Semboyan dari aliran ini ialah ungkapan Descartes yang berbunyi: Cogito ergo sum/I think therefore I’m (saya berpikir maka saya ada).
Spinoza (1632-1677)
Nama lengkapnya ialah Baruch de Spinoza,. Spinoza lahir di Amesterdam, Belanda tahun 1632 dan wafat tahun 1677 di Den Haag. Menurutnya aturan dan hukum yang terdapat pada semua hal tidak lain dari aturan dan hukum yang terdapat pada idea. Sebagai dasar segala-galanya harus diterima sesuatu yang tak terdasarkan kepada yang lain, jadi yang mutlak. Spinoza adalah seorang rasionalis yang mistik, menurutnya seluruh kenyataan merupakan kesatuan, dan kesatuan sebagai satu-satunya substansi sama dengan Tuhan atau alam. Segala sesuatu termuat dalam Tuhan-alam. Tuhan sama dengan aturan kosmos, Kehendak Tuhan berarti sama dengan kehendak alam, sehingga hukum-hukum alam sama dengan kehendak Tuhan.
Leibniz (1646-1716)
Gottfried Eilhelm von Leibniz adalah filosof Jerman, pusat metafisikanya adalah idea tentang substansi yang dikembangkan dalam konsep monad. Metafisika Leibniz sama memusatkan perhatian pada substansi, yaitu prinsip akal yang mencukupi, yang secara sederhana dapat dirumuskan “sesuatu harus mempunyai alasan”. Bahkan Tuhan harus mempunyai alasan untuk setiap yang diciptakan-Nya.
2) Aliran Empirisme dengan tokoh-tokohnya
Istilah empirisme berasal dari kata empiri yang berarti indra atau alat indra, dan ditambah akhiran isme, sebagai suatu aliran yang berpendapat bahwa pengetahuan/ kebenaran yang sempurna tidak diperoleh melalui akal, melainkan diperoleh/bersumber dari panca indra manusia, yaitu mata, lidah, telinga, kulit dan hidung. Dengan kata lain, kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan pengalaman manusia.
Francis Bacon
Menurut Francis Bacon bahwa pengetahuan yang sebenarnya adalah pengetahuan yang diterima orang melalui persentuhan inderawi dengan dunia fakta. Pengalaman merupakan sumber pengetahuan yang sejati. Pengetahuan haruslah dicapai dengan induksi. Jadi pemikiran Francis Bacon ini sangat bertentangan dengan pemikiran para filosof aliran rasionalis.
Thomas Hobbes (1588-1679)
Thomas Hobbes berpendapat bahwa pengalaman inderawi sebagai permulaan segala pengenalan. Hanya sesuatu yang dapat disentuh dengan inderalah yang merupakan kebenaran. Pengetahuan intelektual (rasio) tidak lain hanyalah merupakan penggabungan data-data inderawi belaka.
John Locke (1632-1704)
John Locke adalah filosof Inggris. la lahir di Wrington, Somersetshire, pada tahun 1632. Tahun 1647-1652 ia belajar di Westminster. Tahun 1652 ia memasuki Universitas Oxford, mempelajari agama Kristen. Sementara ia mempelajari vaknya, ia juga mempelajari pengetahuan di luar tugas pokoknya.
Filsafat Locke dapat dikatakan antimetafisika. Ia menerima keraguan sementara yang diajarkan oleh Descartes, tetapi ia menolak intuisi yang digunakan oleh Descartes. Ia juga menolak metode deduktif Descartes dan menggantinya dengan generalisasi berdasarkan pengalaman; Jadi, induksi. Bahkan Locke menolak juga akal (reason). la hanya menerima pemikiran matematis yang pasti dan cara penarikan dengan metode induksi.
David Hume (1711-1776)
Tokoh lain ialah David Hume (1711-1776) pelanjut kajian Locke. Home lahir di Edinburg, Scotland tahun 1711 dan wafat tahun 1776 di kota yang sama. Hume seorang yang menguasai hukum, sastera dan filsafat. Karya terpentingnya ialah A Treatise on Human Nature, terbit tahun 1738-1740; An Enquiry Concerning Human Understanding, terbit tahun 1748; dan An Enquiry into the Principles of Moral, (terbit tahun 1751).
Pemikiran empirisnya terakumulasi dalam ungkapannya yang sangat singkat, yaitu: I never catch my self at any time with out a perception (Saya selalu memiliki persepsi pada setiap pengalaman saya)
Dari ungkapan ini Hume menyampaikan bahwa, “seluruh pemikiran dan pengalaman tersusun dari rangkaian-rangkaian kesan (impression) dan impression inilah sebagai bahan dari ilmu.
3) Aliran Kriticisme dengan tokoh tokohnya
Pendirian aliran Rasionalisme dan Empirisme sangat bertolak belakang. Rasionalisme berpendirian bahwa rasiolah sumber pengenalan atau pengetahuan, sedang Empirisme sebaliknya berpendirian bahwa pengalamanlah yang menjadi sumber tersebut.
Aliran ini mencoba untuk memadukan perbedaan pendapat kedua aliran tersebut dengan tokohnya adalah Immanuel Kant (1724-1804). Ia mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita. Ada kondisi-kondisi tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi manusia tentang dunia.
Untuk menghilangkan pertentangan di antara rasionalisme dan empirisme, Kant mengadakan pemaduan di antara dua aliran ini dalam hal perumusan kebenaran. Dalam kaitan ini Kant mengatakan:
Pengetahuan merupakan hasil kerjasama dua unsur; pengalaman dan kearifan akal budi. Pengalaman inderawi merupakan unsur a posteriori (yang datang kemudian), sedangkan akal budi merupakan unsur a priori (yang datang lebih dahulu).
Kant mengkritik Empirisme dan Rasionalisme, karena keduanya hanya mementingkan satu dari dua unsur ini, sehingga hasilnya setiap kali berat sebelah. Padahal, katanya, pengetahuan selalu merupakan sintesis. Untuk menekan pertentangan itu Kant megadakan tiga pembedaan perumusan kebenaran, yaitu akal budi (verstand), rasio (vernunft) dan pengalaman inderawi.
4) Aliran Idealisme dengan tokoh tokohnya
Terma idealisme berasal dari kata idea yang berarti gambaran atau pemikiran, dan isme yang berarti paham atau pendapat. Idealisme ialah suatu pandangan dunia atau metafisika yang menyatakan bahwa realitas dasar terdiri atas, atau sangat erat hubungannya dengan ide, pikiran atau jiwa. Atau bisa disebut dengan aliran filsafat yang menjelaskan bahwa kebenaran/pengetahuan sesungguhnya bukan bersumber dari rasio atau empiri, melainkan dari gambaran manusia tentang suatu pengamatan.
Tokoh Idealisme dan Pemikirannya
J. G. Fichte (1762-1914)
Fichte adalah tokoh idealisme subyektif, yaitu pandangan bahwa sumber pengenalan/ pengetahuan bukanlah rasio teoritis atau praktis seperti kata Immanuel Kant, melainkan pada aktivitas Ego. Pemikirannya didasarkan pada konsep Ego Mutlak; yang menemukan dan meneruskan pengertian-pengertian tentang obyek; ego tidak hanya sebagai “penemu”, melainkan kata Fichte sekaligus sebagai yang “menciptakan benda-benda” (obyek). Dengan demikian, peran manusia sebagai subyek sangat dominan di dalam menggagaskan sesuatu.
F. W. J. Schelling (1775-1854)
Schelling adalah tokoh idealisme obyektif sebagai kebalikan dari idealisme subyektif. Menurut Schelling, kebenaran gambaran tentang dunia tidaklah ditentukan oleh subyek (ego), melainkan oleh obyek pengamatan, yaitu bagaimana obyek itu menampilkan dirinya, atau bagaimana obyek menyadarkan subyek. Apabila aku (ego) menentukan kehendak, hal itu diharuskan oleh kemestian yang mendahului kehendak, yaitu seluruh obyek pengamatan kecuali sebagai pemberi kehendak, juga sebagai pemberi arah bahkan mampu merubah kehendak.
Hegel (1770-1831)
Hegel adalah tokoh idealisme mutlak, yang sangat berperan bagi penyemburnaan idealisme. Hegel berhasil menampilkan idealisme yang terpadu setelah dikoyak-koyak oleh Fichte dan Schelling. Apabila Fichte bersifat subyektif dan Schelling bersifat obyektif, maka Hegel melihat secara keseluruhan (totalitas).
Membuktikan kebenarannya yang mutlak itu, Hegel menyusun alur pikir yang disebut dengan dialektika, yaitu tesis, antitesis dan sintesis.
5) Aliran Materialisme dengan tokoh tokohnya
Berasal dari “materi” yang berarti benda. Materialisme adalah aliran filsafat yang berpendapat bahwa, kebenaran tidaklah ditentukan oleh gambaran, melainkan oleh benda dan seluruh kenyataan yang ada dirumuskan dan ditentukan oleh benda. Aliran ini memandang bahwa realitas seluruhnya adalah materi belaka.
Tokoh Materialisme dan Pemikirannya
Ludwig Feuerbach (1804-1872)
Menurutnya hanya alamlah yang ada. Manusia adalah alamiah juga seperti halnya benda seperti kayu dan batu. Memang orang materialis tidak mengatakan bahwa manusia sama dengan benda seperti kayu dan batu, tetapi materialisme mengatakan bahwa pada akhirnya/pada prinsipnya/pada dasarnya manusia hanyalah sesuatu yang material; dengan kata lain materi, betul-betul materi. Menurut bentuknya memang manusia lebih unggul ketimbang sapi, batu, atau pohon, tetapi pada eksistensinya manusia sama saja dengan sapi.
Karl Marx (1818-1883)
Pokok pemikiran Marx diambil dari ajaran Filsafat Hegel dan Filsafat Feurbach. Dari Hegel diambil metode dialektikanya dan mengenai sejarah, sedang dari Feurbach diambil teori materialismenya. Ajaran filsafat Karl Marx disebut juga materialisme dialektika, dan disebut juga materialisme historis. Disebut sebagai materialisme dialektika karena peristiwa kehidupan yang didominasi oleh keadaan ekonomis yang materiil itu berjalan melalui proses dialektika: tese, antitese dan sintese. Disebut materialisme historis, karena menurut teorinya, bahwa arah yang ditempuh sejarah sama sekali ditentukan oleh perkembangan sarana-sarana produksi yang materiil.
6) Aliran Positivisme dengan tokoh tokohnya
Istilah positivisme berasal dari kata “positive” yang berarti “jelas dan bisa digambarkan serta bermanfaat”. Positivisme adalah aliran filsafat yang berpangkal dari fakta yang positif. Sesuatu di luar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan.
Menurut aliran ini, pemikiran manusia mengalami perkembangan, mulai dari yang sangat sederhana, sampai yang modern, yaitu positif. Pada tahap ini manusia hanya mempercayai yang riil saja berdasarkan ilmu positif (science positive) yang didasarkan pada pengamatan (observasi) dan percobaan langsung (eksperimentasi). Melalui dua pembuktian ini, segala yang berbau metafisis dibuang, karena tidak bisa dibuktikan dengan dua pendekatan tersebut.
Tokoh aliran ini adalah Auguste Comte (1798-1857), ia berpendapat bahwa indera itu amat penting dalam memperoleh pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen. Kekeliruan indera akan dapat dikoreksi lewat eksperimen.
Jadi pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan Empirisme dan Rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metoda ilmiah dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi, pada dasarnya positivisme itu sama dengan Empirisme plus Rasionalisme.
7) Aliran Fenomenologisme dengan tokoh tokohnya
Istilah fenomenologi berasal dari bahasa Yunani phainomenon yang mengandung tiga pengertian saling terkait, yaitu “yang langsung nampak, sesuatu yang langsung menampakkan diri tetapi masih terselubung dan proses penampakkan”. Berpijak pada tiga pengertian di atas, maka fenomenologi menurut istilah yang dikembangkan ialah “filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran merupakan hasil deskripsi intuitif manusia terhadap suatu obyek sesuai dengan penampakan diri (fenomena) obyek tersebut”.
Jadi aliran ini berbeda dengan rasionalisme (subyektif), empirisme (obyektif) dan idealisme (idealistik). Maka fenomenologi menggabungkan di antara subyek (manusia), obyek (yang diamati) dengan cara pengamatan secara intuitif.
Tokoh Fenomenologi dan Pemikirannya
Edmund Husserl (1859-1938)
Beliau adalah filosof Jerman dan pendiri Fenomenologi. Pemikiran terpentingnya adalah: (1) Teori kebenaran; menurut Husserl kebenaran haruslah digabung di antara subyek dengan obyek. Obyek diberi kesempatan memperkenalkan dirinya kepada subyek yang mengamati, sesuai dengan semboyan zurukh zu den schen selbs (kembalilah kepada benda-benda sendiri). (2) Tiga jenis reduksi; agar intuisi dapat menangkap gejala-gejala di atas secara benar, maka manusia harus melepaskan diri dari pengalaman-pengalaman dan gambaran sebelumnya yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Caranya ialah dengan tiga jenis reduksi, yaitu: reduksi fenomenologis, reduksi eiditis, reduksi fenomenologi transendental.
Max Scheler (1874-1928)
Max Scheler merupakan pelanjut tradisi fenomenologi. Pemikiran eksklusif Scheler dibanding fenomenolog (filsuf fenomenologi) lainnya ialah tentang agama. Menurutnya, agama dan filsafat merupakan dua entitas otonom sesuai dengan posisinya. Kendati memiliki otonomi eksklusif, namun di antara keduanya memiliki keterikatan. Misalnya, dengan memahami metafisis dalam filsafat tidak serta merta dapat memahami konsep metafisika agama, karena keduanya memiliki aktus kodrati yang berbeda. Sebab itu kebenaran agama hanya dapat diterima atas dasar kepercayaan religius, bukan kebenaran metafisis-filosofis.
Di dalam upaya menemukan kepercayaan religius, Scheler menggunakan pendekatan fenomenologi. Melalui pendekatan fenomenologi ini, menurut Scheler, dapat ditampilkan ciri dasar aktus religius, yaitu bahwa aktus itu mempunyai intensi yang transendental dunia (yang ilahi), dan yang ilahi ini menjadi dasar dari aktus religius. Dengan kata lain, aktus religius itu membutuhkan pemenuhan intensional dari dunia transenden. Aktus religius membutuhkan suatu obyek yang tak terbatas, yaitu yang ilahi. Oleh karena itu, kebutuhan akus religius hanya dapat terpenuhi oleh sesuatu yang diyakini subyek sebagai berasal dari Tuhan.
8) Aliran Eksistensialisme dengan tokoh tokohnya
Istilah eksistensialisme berasal dari kata eksistensi dari kata dasar exist. Kata exist itu sendiri adalaha bahasa Latin yang artinya: ex; keluar dan sistare; berdiri. Jadi eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Secara umum eksistensialisme dimaksudkan sebagai aliran filsafat yang membicarakan keberadaan segala sesuatu, termasuk manusia. Permasalahannya ialah, siapakah yang benar-benar berada (bereksistensi); apakah manusia, atau Tuhan atau kedua-duanya.
Tokoh Eksistensialisme dan Pemikirannya
Martin Heidegger (1889-1976)
Pemikiran Heidegger ialah mengenai ada/realitas dan waktu (sein und zeit), yaitu apakah ada itu konkrit atau tidak. Persoalan yang menjadi sorotan utamanya ialah pemaknaan “Aku ada”. Menurutnya, manusia adalah suatu makhluk yang terlempar di dunia ini tanpa persetujuannya. Ia seolah berada di jurang ketiadaan (nothingness) yang sangat dalam yang menyebabkannya gelisah. Hal ini menurutnya, merupakan kelemahan manusia dan sebagai dorongan agar ia dapat memahami akan eksistensinya. Sebagai puncak eksistensi, manusia berbeda dengan benda-benda sekitarnya. Namun manusia mempunyai kecenderungan untuk menjadi suatu benda.
Soren Kierkegard (1813-1855)
Kierkegard dipandang sebagai tokoh eksistensialisme teis, yaitu berupaya mengangkat eksistensi manusia tanpa harus membuang jauh Tuhan dari kehidupan manusia. Ungkapannya ialah: “Saya menjadi sebagaimana saya ada”. Melalui ungkapan ini Kierkegard menempatkan manusia sebagai satu-satunya yang berkeistensi yang berhadapan dengan eksistensi Tuhan. Hanya manusia yang bereksistensi bukan berarti yang lain tidak ada. Hanya saja tingkat eksistensi dunia, binatang-binatang dan makhluk lainnya lebih rendah, karena mereka hanya ada, tidak mengada.
9) Aliran Pragmatisme dengan tokoh tokohnya
Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan, dan juga manfaat. Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relative tidak mutlak.
Tokoh Pragmatisme dan Pemikirannya
William James (1842-1910)
Sebagai pendiri pragmatisme, pemikiran terpentingnya ialah mengenai makna pragmatisme. Pragmatisme merupakan filsafat ala Amerika yang berciri pragmatis. Orang Amerika tidak puas dengan filsafat teoritis yang bertanya “apa itu”, tetapi memasuki filsafat praktis yang bertanya “apa gunanya”. Sistematisasi dari jenis kedua inilah yang melahirkan filsafat pragmatisme. Oleh karena itu, dikaitkan dengan aliran rasionalisme dan empirisme, pragmatisme berada di antara dua aliran tersebut.
Pandangan filsafatnya, diantaranya menyatakan bahwa tiada kebenaran yang mutlak, berlaku umum, yang bersifat tetap, yang berdiri sendiri lepas dari akal yang mengenal. Sebab pengalaman kita berjalan terus dan segala yang kita anggap benar dalam perkembangan pengalaman itu senantiasa berubah, karena dalam praktek, apa yang kita anggap benar dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutnya.
Ukuran segala sesuatu ialah manfaat yang praktis. Pandangan ini mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk agama dan moral. Dalam kaitan dengan agama, James tidak bertanya “kebenaran agama” yang ia tanya ialah “apakah hasilnya agama menjadi pedoman hidup saya”. Jadi, manusia bebas memilih di antara percaya dan tidak percaya, sesuai dengan pertimbangan fragmatisnya. Begitu juga dalam bidang moral, ukuran baik buruk ditentukan oleh adakah manfaat dari suatu perbuatan; jika ada dipandang baik, dan jika tidak dipandang buruk.
John Dewey (1859-1952)
Sebagai pengikut filsafat pragmatisme, John Dewey menyatakan bahwa tugas filsafat adalah memberikan pengarahan bagi perbuatan nyata. Filsafat tidak boleh larut dalam pemikiran-pemikiran metafisis yang kurang praktis, tidak ada faedahnya. Oleh karena itu, filsafat harus berpijak pada pengalaman dan mengolahnya secara praktis.
Menurutnya tak ada sesuatu yang tetap. Manusia senantiasa bergerak dan berubah. Jika mengalami kesulitan, segera berpikir untuk mengatasi kesulitan itu. Maka dari itu berpikir tidak lain daripada alat untuk bertindak. Kebenaran dari pengertian dapat ditinjau dari berhasil tidaknya mempengaruhi kenyataan. Satu-satunya cara yang dapat dipercaya untuk mengatur pengalaman dan untuk mengetahui artinya yang sebenarnya adalah metoda induktif.
Kesimpulan
Zaman ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 14 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. (Surajiyo:2007:87). Menurut Slamet Iman Sontoso, ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453. (Tim Dosen Filsafat Ilmu :2001:79)
Aliran aliran yang terdapat pada zaman modern adalah Aliran Rasionalisme dengan tokohnya Rene Descartes (1596-1650), Spinoza (1632-1677), Leibniz (1646-1716). Aliran Empirisme dengan tokohnya Francis Bacon,Thomas Hobbes (1588-1679), John Locke (1632-1704), David Hume (1711-1776). Dan aliran Kriticisme dengan tokohnya Immanuel Kant (1724-1804). Selain ketiga aliran itu, juga akan diketengahkan aliran-aliran besar lainnya yang ikut berperan mengisi lembaran filsafat modern, yaitu aliran idealism dengan tokohnya J. G. Fichte (1762-1914), F. W. J. Schelling (1775-1854), Hegel (1770-1831). Aliran materialisme dengan tokohnya Ludwig Feuerbach (1804-1872) dan Karl Marx (1818-1883). Aliran positivisme dengan tokohnya Auguste Comte (1798-1857. Aliran fenomenologi dengan tokohnya Edmund Husserl (1859-1938),Max Scheler (1874-1928). Aliran eksistensialisme dengan tokohnya Martin Heidegger (1889-1976) dan Soren Kierkegard (1813-1855). Aliran pragmatisme dengan tokohnya William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952.
DAFTAR PUSTAKA
Surajiyo. 2007. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya Di Indonesia: Suatu Pengantar . Jakarta: Bumi Aksara,
Tim Dosen Filsafat Ilmu. 2001. Filsafat Ilmu . Yogyakarta: Liberty
http://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/08/perkembangan-ilmu-pengetahuan-pada-era-modern/
(Cr : Afid Burhanuddin "education for better life"
Ledakan Potensi
Rabu, 31 Juli 2013
[NEWS] Technological Advancement: 10 Most Important Technological Advancements that Changed the World
Even suggesting that this author knows which 10 of the many technological advancement categories have had the greatest impact upon changing the world is arrogant. Mostly the last statement is true because each of us with obvious specific needs might categorize their list of technological advances that changed the world or their order of importance differently. This being true, I am sure that each individual list would overlap with the most significant of these technology advancements. The following article will highlight the 10 technological advances that I believe have changed the world.
The order of my selections for this top ten list is not necessarily in importance order and may in fact be in chronological order. Again, each technological advancement event is so noteworthy that each could be discussed on their own as their significance to the world as we know it is just that powerful.
Technology Advancement - Medicine
At the beginning of the list would be those items that have directly impacted humans as a species to extend their life. I have titled this category Medicine with important subcategories like Antibiotics, Surgical Transplants and Vaccinations.
It would be difficult for any person to argue with this category. Prior to medical advancements in these three areas many people died from over exposure of the elements and the unstoppable spreading of contagious diseases. Out of this technological advancement category societies gleaned the extension of life which both allowed highly educated individuals to develop and create medical technological advancements and allowed important critical years to document and transfer their expertise. New diseases emerged and new cures evolved.
Technology Advancement - Environmental
Second on my list are technological advancements in treatment and processes with water and sanitation. I admit that in some parts of the world they have not been as fortunate as the more civilized countries with the development and usage of water treatment and sanitation disposition which have led to the virtual elimination of the diseases caused by ingesting these contaminants but, for the most part even where the entire process is not in place the knowledge is present and understood as important. The category ties into the first as an extension of Medical technological advancement in that it also has extended human life expectancy. Also, for those areas which have not been able to implement treatment plans there now exists pharmaceutical help for infected individuals.
Technology Advancement - Communication
The next area I would designate as total world changing technological advancement would be in the field of communication. Being able to communicate by different methods and by ever quicker means makes the designation of this category two fold as it is a direct influence on virtually every other category. No matter what the technological advancement event or development if the details of those technological advancements can be communicated quickly the more rapidly the significant advancements can spread.
Sub-categories in this field, like in the Medical technological advancement category, have individual significance and could stand alone but I feel it is worthy of mention that they could be declared dependent as well as independent of each other.
Technology Advancement - Telephone
The first separate technological advancement communication distinction goes to the invention of the telephone. Prior to this technological advancement invention news had to travel by timely means like stage coach, rail road, and postal service. Whether the communication was an update from one family member to another or an emergency message the outcome was that it was received equally slow. There also was no means to mass communicate so distribution resulted in disparity in the message. Some never got the message and others received it too late to have any effect on the outcome.
Technology Advancement - Television
The next technological advancement communication distinction I would have to offer up is the television. As with most technological advancement inventions, not everyone had access to one at first but you were special if you owned one. Some would say that the radio might be more significant than the television but I would dare say that adding a visual medium to the communication method outweighs the prior discovery of sound over air waves. I say this because even with the radio being invented the use as a mass communication tool of important news had not been established. It was more considered entertainment rather than news worthy.
Technology Advancement - Real Time News
The television gave society its first look at movies in the home, its first look at commercials in the home, and the first pictorial messages from government leaders. With all technological advancement categories, especially communication, there came risks of freedoms and other individual rights but as we have come to learn, being able to witness events as they happen is very powerful. Society was able to follow news items including weather disasters, presidential elections, and other country news soon after it happened and more recently in real time. This visual exposure has caused individuals to be held more accountable and has kept the public more informed. Some feel the television is the most noteworthy technological advancement in our life time.
Technology Advancement - Travel
Another big area of life that has made drastic differences in technological advancement in a global world way is in the category of travel. The first huge technological advancement that was a world changing invention was the invention of the automobile. While the rail system had allowed continued development of the country permanent relocation used to be the norm if one needed to be over a few miles away or so. The day trip had a completely different meaning. The automobile as a technological advancement gave a family the means to live away from the city and still be close enough to go to town for supplies, the ability to accept employment out of town, and the ability to take vacations in other states.
Technology Advancement - Infrastructure
Automobiles also prompted the mass infra structure necessary to provide more easily travelable roads, the interstate highway system (another technological advancement ) was born. This opened up the economy and the job market as individuals now had a means to travel for work, thus the traveling salesman. This also allowed mass distribution of manufactured items to all parts of the country. Where would Wal-Mart be without this technological advancement?
Technology Advancement - Air Travel
An extension of this global world changing category of technological advancement is air travel. With the ability to fly just about anywhere in a day the world was opened up to everyone. You can visit across county in a day, like going to grandmas for Christmas, or traveling for medical interventions or vacations, or for the president to visit the leader of another country. The technological advancement in aerospace has truly been revolutionary.
Technological Advancement - Home Improvements
The next technological advancement is in the comforts of your home. Technological advancement in providing a person more efficient means of taking care of their home freeing them up for education, career advancement, or hobbies is the next noteworthy category.
I am speaking of the refrigerator, washing machine, dishwasher, microwave, air conditioner, furnace, and indoor plumbing. These technological advancements were a must in order for there to be any time in a person's life for personal advancement in education or career. Each person's 'day planner' would be much different if not for these technological advancements in personal home-life care.
Technological Advancement - World Wide Web
My final technological advancement that has changed the world is... the World Wide Web and wireless. Not to minimize the invention of the personal computer but of itself I don't believe it was a technological advancement or world changing event. Without question, the technological advancement that changed the world the most would be the internet.
Need to fix something in the house? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Need to know how far away the storm is? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Wondering who won the game last night? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Need to see if your mom responded to your e-mail? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Need to know what side effects the prescription your doctor gave you might have? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Whatever you need to know, need to do, need to learn more about, want to learn more about, need directions to get to, or just about anything else you can think of the internet is the place to go. And having all this wireless, what more can be said?
Effecting and changing the world in a global way the hugest technological advancement is... The World Wide Web.
(Cr : technological developments in the world)
The order of my selections for this top ten list is not necessarily in importance order and may in fact be in chronological order. Again, each technological advancement event is so noteworthy that each could be discussed on their own as their significance to the world as we know it is just that powerful.
Technology Advancement - Medicine
At the beginning of the list would be those items that have directly impacted humans as a species to extend their life. I have titled this category Medicine with important subcategories like Antibiotics, Surgical Transplants and Vaccinations.
It would be difficult for any person to argue with this category. Prior to medical advancements in these three areas many people died from over exposure of the elements and the unstoppable spreading of contagious diseases. Out of this technological advancement category societies gleaned the extension of life which both allowed highly educated individuals to develop and create medical technological advancements and allowed important critical years to document and transfer their expertise. New diseases emerged and new cures evolved.
Technology Advancement - Environmental
Second on my list are technological advancements in treatment and processes with water and sanitation. I admit that in some parts of the world they have not been as fortunate as the more civilized countries with the development and usage of water treatment and sanitation disposition which have led to the virtual elimination of the diseases caused by ingesting these contaminants but, for the most part even where the entire process is not in place the knowledge is present and understood as important. The category ties into the first as an extension of Medical technological advancement in that it also has extended human life expectancy. Also, for those areas which have not been able to implement treatment plans there now exists pharmaceutical help for infected individuals.
Technology Advancement - Communication
The next area I would designate as total world changing technological advancement would be in the field of communication. Being able to communicate by different methods and by ever quicker means makes the designation of this category two fold as it is a direct influence on virtually every other category. No matter what the technological advancement event or development if the details of those technological advancements can be communicated quickly the more rapidly the significant advancements can spread.
Sub-categories in this field, like in the Medical technological advancement category, have individual significance and could stand alone but I feel it is worthy of mention that they could be declared dependent as well as independent of each other.
Technology Advancement - Telephone
The first separate technological advancement communication distinction goes to the invention of the telephone. Prior to this technological advancement invention news had to travel by timely means like stage coach, rail road, and postal service. Whether the communication was an update from one family member to another or an emergency message the outcome was that it was received equally slow. There also was no means to mass communicate so distribution resulted in disparity in the message. Some never got the message and others received it too late to have any effect on the outcome.
Technology Advancement - Television
The next technological advancement communication distinction I would have to offer up is the television. As with most technological advancement inventions, not everyone had access to one at first but you were special if you owned one. Some would say that the radio might be more significant than the television but I would dare say that adding a visual medium to the communication method outweighs the prior discovery of sound over air waves. I say this because even with the radio being invented the use as a mass communication tool of important news had not been established. It was more considered entertainment rather than news worthy.
Technology Advancement - Real Time News
The television gave society its first look at movies in the home, its first look at commercials in the home, and the first pictorial messages from government leaders. With all technological advancement categories, especially communication, there came risks of freedoms and other individual rights but as we have come to learn, being able to witness events as they happen is very powerful. Society was able to follow news items including weather disasters, presidential elections, and other country news soon after it happened and more recently in real time. This visual exposure has caused individuals to be held more accountable and has kept the public more informed. Some feel the television is the most noteworthy technological advancement in our life time.
Technology Advancement - Travel
Another big area of life that has made drastic differences in technological advancement in a global world way is in the category of travel. The first huge technological advancement that was a world changing invention was the invention of the automobile. While the rail system had allowed continued development of the country permanent relocation used to be the norm if one needed to be over a few miles away or so. The day trip had a completely different meaning. The automobile as a technological advancement gave a family the means to live away from the city and still be close enough to go to town for supplies, the ability to accept employment out of town, and the ability to take vacations in other states.
Technology Advancement - Infrastructure
Automobiles also prompted the mass infra structure necessary to provide more easily travelable roads, the interstate highway system (another technological advancement ) was born. This opened up the economy and the job market as individuals now had a means to travel for work, thus the traveling salesman. This also allowed mass distribution of manufactured items to all parts of the country. Where would Wal-Mart be without this technological advancement?
Technology Advancement - Air Travel
An extension of this global world changing category of technological advancement is air travel. With the ability to fly just about anywhere in a day the world was opened up to everyone. You can visit across county in a day, like going to grandmas for Christmas, or traveling for medical interventions or vacations, or for the president to visit the leader of another country. The technological advancement in aerospace has truly been revolutionary.
Technological Advancement - Home Improvements
The next technological advancement is in the comforts of your home. Technological advancement in providing a person more efficient means of taking care of their home freeing them up for education, career advancement, or hobbies is the next noteworthy category.
I am speaking of the refrigerator, washing machine, dishwasher, microwave, air conditioner, furnace, and indoor plumbing. These technological advancements were a must in order for there to be any time in a person's life for personal advancement in education or career. Each person's 'day planner' would be much different if not for these technological advancements in personal home-life care.
Technological Advancement - World Wide Web
My final technological advancement that has changed the world is... the World Wide Web and wireless. Not to minimize the invention of the personal computer but of itself I don't believe it was a technological advancement or world changing event. Without question, the technological advancement that changed the world the most would be the internet.
Need to fix something in the house? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Need to know how far away the storm is? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Wondering who won the game last night? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Need to see if your mom responded to your e-mail? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Need to know what side effects the prescription your doctor gave you might have? What technological advancement comes to mind? Check the internet.
Whatever you need to know, need to do, need to learn more about, want to learn more about, need directions to get to, or just about anything else you can think of the internet is the place to go. And having all this wireless, what more can be said?
Effecting and changing the world in a global way the hugest technological advancement is... The World Wide Web.
(Cr : technological developments in the world)
Sejarah Singkat Universitas Muhammadiyah Malang
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.
Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.
Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.
Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.
Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.
Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan
.
Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan.
Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik). Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.
Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri.
Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan.
Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Baca Selengkapnya di ~> Here
Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.
Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.
Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.
Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.
Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan
.
Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan.
Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik). Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.
Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1, Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri.
Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan.
Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama "mencerdaskan kehidupan bangsa" dan "membangun manusia Indonesia seutuhnya" dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Baca Selengkapnya di ~> Here
Langganan:
Postingan (Atom)
